Minggu, 18 November 2012

No One is Supermom (Can You Ready in 15 Minutes?)



gambar diunduh dari :http://4.bp.blogspot.com/

Satu hal yang perlu diingat setelah kita menjadi seorang ibu, baik kita adalah ibu yang bekerja di luar rumah ataukah ibu rumah tangga penuh, setiap kali kondisi mengharuskan kita keluar rumah, rasanya sulit sekali untuk bersiap-siap kurang dari 15 (lima belas menit) saja. Mungkin kebiasaan baru ini tak terjadi pada bunda sekalian, tapi jelas terjadi pada saya. Tiba-tiba tak ada lagi saat bersiap yang singkat dan cepat, apalagi saat saya terpaksa menitipkan anak-anak ke tempat penitipan anak atau ke rumah neneknya..:D.

Saya sadar sepenuhnya, bahwa sebagai seorang ibu yang bekerja di luar rumah, saya haruslah menjadi sosok yang "paling teratur" di rumah. Saya hars bisa mempersiapkan sebanyak mungkin hal. Saya melakukan hal-hal yang bisa saya kerjakan disaat memiliki waktu luang, sebelum datangnya kesibukan yang tak diduga-duga. Sebab ada kalanya, di suatu pagi saat saya harus segera berangkat ke kantor untuk mengejar jadual rapat penting, tiba-tiba saja sikecil mengotori satu-satunya blazer saya yang sudah rapi tersetrika..>.<.

Saat menghadapi anak-anak, kita tentunya mahfum, bahwa semakin muda usia mereka, semakin mudah mereka diatur. Mungkin hanya akan ada (kalau tidak mau dibilang tak ada)  "perang" saat merapikan baju atau menggosok gigi mereka, tapi tetap saja, urusan anak-anak menjadi salah satu "pekerjaan" yang wajib dikerjakan bunda manapun didunia, tanpa cuti sepanjang tahun.

Berikut beberapa tips yang saya kumpulkan dari berbagai sumber agar saya bisa (hampir selalu) bersiap keluar rumah tepat waktu dalam waktu relatif singkat:

  1. Lakukan sebanyak mungkin persiapan dimalam sebelumnya jika kita harus keluar rumah esok harinya, misalnya mengepak tas bayi/tas anak-anak yang akan dititipkan ke rumah nenek atau penitipan anak, siapkan baju anak-anak untuk dipakai esok hari saat bepergian termasuk menyiapkan pilihan jika ternyata cuaca berubah.
  2. Menyiapkan tas kita sendiri, kumpulkan juga barang-barang pribadi yang penting seperti dompet (dengan uang didalamnya/kartu atm/kartu kredit-jangan kosong ya..;p), kunci rumah cadangan, kunci mobil/motor, dan telepon seluler.
  3. Jika kita termasuk yang tidak suka meninggalkan rumah dalam keadaan kotor dan berantakan, maka sembari menyiapkan tas dan baju anak-anak tadi, bisa juga sekaligus kita mencuci pakaian dengan mesin, dan cucilah piring-piring kotor bekas makan malam dan setelahnya siapkan meja makan dan menu sarapan cepat diatasnya semisal roti, margarin, selai atau sereal termasuk menata mangkuk dan sendok agar ketika besok waktu sarapan tiba, anak-anak/suami tinggal menggunakannya.
  4. Esok paginya, siapkan terlebih dahulu anak-anak, mulai memandikan, memakaikan baju serta menyuapi mereka yang masih kecil/bayi, baru setelah itu kita sendiri yang berganti pakaian. Urutan yang demikian memperkecil kemungkinan pakaian kita terkena noda yang tak perlu saat mengerjakan pekerjaan lain.
  5. Bagi bayi, kenakan pada mereka popok sekali pakai (pospak) saat bepergian.
  6. Bagi anak-anak usia batita atau pra sekolah, untuk mengisi rutinitas pagi mereka kita bisa merancang permainan tertentu yang melibatkan mereka dalam kegiatan pagi. Sebagai tambahan bisa kita putarkan CD lagu anak-anak agar mereka bersemangat memulai aktivitas. Misalnya kita bisa meminta mereka membereskan dulu tempat tidur mereka sebelum keluar kamar dan meminta mereka segera mandi. Semakin mereka merasa senang dan dilibatkan, semakin mudah bagi kita meminta mereka mengikuti instruksi kita.
  7. Berbagilah tugas dengan pasangan. Dimalam hari, kita bisa saling berbagi tugas antara mencuci piring dan mengantarkan anak-anak tidur. Paginya, mungkin kita bisa meminta suami yang memandikan anak-anak, sementara kita menyiapkan sarapan dan saat kita memakaikan baju mereka, suami bisa mempersiapkan dirinya sendiri.
  8. Jika kita terbiasa mengendarai mobil/sepeda motor sendiri, isilah bahan bakarnya saat kita sendirian dan tidak diburu waktu, meskipun saat itu tangkin bahan bakar tidak terlalu kosong.
  9. Semakin teratur kita, semakin mudah segala sesuatunya berjalan. Jika kita terbiasa melakukan segala sesuatu di satu waktu, itu hanya akan membuat stress makin tinggi dan berimbas pada anak-anak juga, akibatnya mereka bisa ikut rewel.
  10. Berpikirlah santai dan sederhana. Tanamkan pada diri sendiri bahwa tak ada seorangpun yang bisa menjadi "super mom". Di suatu pagi mungkin segala sesuatu berjalan lancar, namun tidak di pagi yang lain. Jangan menargetkan sesuatu yang tidak realistis bagi diri sendiri.
  11. Jika segala sesuatu berjalan sesuai rencana, berilah penghargaan pada diri sendiri, minimal merasa bahwa kita adalah "Pengatur strategi" yang baik, dan jika ternyata di satu kesempatan pagi kita berantakan, yah sudahlah...kembali ke poin 10 di atas, No one is supermom..smile and all is well..:)).


 





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar